Ketua MWC NU Tegowanu: Pelantikan PRNU Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Komitmen Khidmah Umat
Tegowanu Kulon – Ketua Tanfidziyah MWC Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tegowanu, Dr. H. Fadil Hamim, M.Ag, menegaskan bahwa pelantikan Pengurus Ranting NU (PRNU) Tegowanu Kulon bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan bentuk komitmen pribadi untuk berkhidmah kepada umat.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pengarahan pada acara Pelantikan PRNU Tegowanu Kulon, yang dilaksanakan pada Sabtu Legi malam Ahad Pahing, 20 Desember 2025, bertempat di Masjid Jami’ Al Irsyad Tegowanu Kulon.
“Menjadi pengurus NU bukan untuk menjadi penguasa, tetapi sebagai khodimul umat, pelayan masyarakat. Terlebih PRNU adalah struktur NU yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan jamaah di akar rumput,” tegasnya.
Apresiasi untuk PRNU Tegowanu Kulon
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fadil Hamim juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada PRNU Tegowanu Kulon yang telah menjalankan amanah organisasi sesuai ketentuan, termasuk melaksanakan pelantikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) PCNU.
Ia berharap PRNU Tegowanu Kulon dapat menjadi contoh dan rujukan bagi ranting NU lain, baik dalam tata kelola organisasi maupun program keumatan.
Ngalap Berkah dan Menyambung Sanad Perjuangan
Ketua MWC NU Tegowanu mengingatkan bahwa ber-NU harus dilandasi niat ngalap berkah, yakni menyambung sanad perjuangan para muassis dan ulama pendiri NU, khususnya Hadrotusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.
“NU berdiri bukan hanya organisasi, tetapi warisan perjuangan ulama. Berkhidmah di NU berarti menyambung perjuangan dan keberkahan para pendiri,” ujarnya.
Menghidupkan Ranting dan Amaliyah Aswaja
Ia menekankan pentingnya menghidupkan ranting NU melalui penguatan amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah, seperti Lailatul Ijtima’, tahlil, istighotsah, serta kegiatan keagamaan lainnya di masjid dan musala.
Menurutnya, ranting yang hidup adalah ranting yang aktif dalam dakwah, ibadah, dan pelayanan sosial kemasyarakatan.
Dorong Kemandirian dan Sinergi dengan Pemerintah Desa
Selain aspek keagamaan, Dr. Fadil Hamim juga mendorong PRNU Tegowanu Kulon untuk memperkuat kemandirian organisasi, salah satunya melalui pengelolaan Koin NU dan penguatan ekonomi warga NU di tingkat desa.
Ia juga mengajak PRNU membangun sinergi dengan pemerintah desa, agar program-program NU dapat berjalan selaras dengan pembangunan desa dan membawa kemaslahatan bersama.
“Dengan sinergi yang baik, cita-cita besar NU di tingkat ranting insyaallah dapat segera terwujud,” pungkasnya.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran MWC NU Tegowanu, tokoh agama, pengurus banom NU, serta jamaah setempat.
