Peringati Harlah ke-100 NU, MWC NU Tegowanu Gelar Istighotsah Sabilur Rohmah
Tegowanu, Grobogan — Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tegowanu menggelar Peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama yang dirangkai dengan Istighotsah Sabilur Rohmah, pada Rabu Kliwon, 28 Januari 2026, bertempat di Mushola Baitul Muttaqin (KH. Ahmad Taufiq), Desa Tegowanu Wetan RT 17 RW 04, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan khidmat. Meskipun sempat diguyur hujan, semangat para jamaah tidak surut. Mereka tetap antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir acara.
Acara diawali dengan Istighotsah Sabilur Rohmah yang diikuti oleh Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Tegowanu, jajaran MWC NU beserta banom-banomnya. Suasana semakin khusyuk dengan lantunan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan untuk umat, bangsa, serta jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan grup rebana Al-Ma”wa dari Yayasan Panti Asuhan Darul Hadhonah 2 Tegowanu, yang mengiringi acara dengan shalawat dan hadrah, sehingga menambah kekhidmatan suasana.
Selain kegiatan keagamaan, MWC NU Tegowanu juga menghadirkan stan bazar ekonomi umat, di antaranya penjualan beras organik dan melon, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi warga Nahdliyin.
Menjelang puncak Harlah, PAC Fatayat NU Tegowanu mengadakan kegiatan penanaman bunga dalam pot. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan barang bekas, seperti galon air mineral, yang didaur ulang menjadi pot tanaman, sekaligus memudahkan kebutuhan dekorasi kegiatan Fatayat, khususnya saat pelaksanaan kegiatan di Gedung MWC, tanpa harus meminjam tanaman hias dari warga sekitar.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH. Ahmad Hambali, Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Grobogan, yang menyampaikan nasihat keagamaan serta penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Tegowanu, Dr. H. Fadil, M.Ag., menegaskan bahwa Harlah NU bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum refleksi sejarah dan penguatan khidmah NU di tengah masyarakat.
“Harlah NU adalah momen ngaji bareng sejarah, mengenang jasa para ulama, sekaligus merenung sejauh mana NU hadir dan bermanfaat bagi umat,” tuturnya.
Beliau juga mengutip dawuh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari:
“Innahu laa yaquumu amru hadzihil ummah illa bil ‘ilmi wal ‘amali wal ikhlash.”
(Tidak akan tegak urusan umat ini kecuali dengan ilmu, amal, dan keikhlasan).
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah menekankan tiga poin penting dalam peringatan Harlah NU kali ini, yaitu kemandirian NU, sinergi antar banom NU, serta pemberdayaan ekonomi umat, agar NU tidak hanya kuat dalam ibadah sosial-keagamaan, tetapi juga mampu menopang kesejahteraan warganya.
Acara ini juga dihadiri oleh Camat Tegowanu, Bapak Abdul Salam, S.Sos., M.Sc., yang memberikan apresiasi atas kiprah dan kontribusi Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebersamaan sosial, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Kecamatan Tegowanu. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan tersebut menjadi wujud sinergi yang harmonis antara NU dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berdaya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MWC NU Tegowanu berharap semangat Harlah ke-100 NU tidak berhenti pada peringatan seremonial semata, tetapi terus berlanjut dalam bentuk khidmah nyata, penguatan organisasi, serta pelayanan kepada umat. Semoga Nahdlatul Ulama senantiasa istiqamah menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan menjadi pilar penyejuk dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara.
