Muslimat-Fatayat NU Tegowanu: Berbagi Kasih, Menguatkan Ukhuwah, Meraih Ridho Allah

Karangpasar, Tegowanu – Pengurus dan anggota Muslimat NU serta Fatayat NU Kecamatan Tegowanu menggelar kegiatan Istighosah Sabilurrohmah dan Santunan Anak Yatim di Ranting Karangpasar pada Rabu Kliwon, 17 Juni 2026 M bertepatan dengan 2 Muharram 1448 H. Kegiatan ini mengusung tema “Berbagi Kasih, Menguatkan Ukhuwah, Meraih Ridho Allah.”
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh keberkahan ini dihadiri oleh pengurus cabang, pengurus MWCNU Tegowanu, serta perwakilan dari 19 ranting Muslimat dan Fatayat NU se-Kecamatan Tegowanu. Kehadiran para jamaah menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial warga Nahdliyin dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan khatmil Al-Qur’an 30 juz, dilanjutkan pembacaan istighosah, doa bersama, serta penyerahan santunan kepada anak yatim. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 40 anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi ajaran Islam dalam memuliakan serta menyayangi anak yatim.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong semakin tumbuh di lingkungan warga Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ali Mursidi menegaskan bahwa momentum Tahun Baru Hijriyah bukan sekadar pergantian tahun, melainkan sarana refleksi dan hijrah diri menuju kehidupan yang lebih baik. Makna hijrah ditekankan sebagai perubahan dari kekurangan menuju kebaikan, dari hal yang kurang benar menuju kebenaran yang diridhai Allah SWT.
“Hijrah sejati berawal dari niat yang tulus dalam hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kemudian diwujudkan melalui amal saleh dan rasa syukur karena dipertemukan kembali dengan Tahun Baru Hijriyah,” demikian pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.
Bulan Muharram sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam juga memiliki banyak keutamaan. Oleh karena itu, jamaah diajak untuk memperbanyak amalan seperti istighfar, sedekah, menyantuni anak yatim, serta memperkuat kebersamaan dalam organisasi Nahdlatul Ulama sebagai sarana menebar kemaslahatan umat.
Selain menjadi ajang ibadah dan silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah antaranggota Muslimat dan Fatayat NU. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai program sosial yang berkelanjutan.
Ke depan, melalui forum organisasi akan dirumuskan program pendampingan dan bantuan periodik bagi anak yatim. Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban penghidupan mereka secara berkelanjutan sepanjang tahun melalui kontribusi dan kepedulian bersama warga Nahdliyin.
Kegiatan Istighosah Sabilurrohmah dan Santunan Anak Yatim ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi kasih dan menguatkan ukhuwah tidak hanya diwujudkan dalam doa dan dzikir, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Semoga kegiatan yang penuh berkah ini dapat terus istiqamah dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk senantiasa berbagi, memperkuat persaudaraan, serta meraih ridha Allah SWT.
Kontributor: Tim Media MWCNU Tegowanu
Editor: Redaksi Website MWCNU Tegowanu
