Mengenal KH. Abdul Wahab Hasbullah Tokoh Pergerakan dan Penggerak Jam’iyah Nahdlatul Ulama – MWCNU TEGOWANU
  • Selamat Datang di Website Resmi MWCNU Tegowanu Grobogan — Meneguhkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, Menyemai Ukhuwah dan Menguatkan Jam’iyyah untuk Kemajuan Umat
Sabtu, 13 Juni 2026

Mengenal KH. Abdul Wahab Hasbullah Tokoh Pergerakan dan Penggerak Jam’iyah Nahdlatul Ulama

Mengenal KH. Abdul Wahab Hasbullah  Tokoh Pergerakan dan Penggerak Jam’iyah Nahdlatul Ulama
Bagikan

KH. Abdul Wahab Hasbullah adalah salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi pilar penting dalam berdirinya Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Beliau dikenal sebagai ulama visioner, organisator ulung, dan tokoh pergerakan yang memiliki peran strategis dalam membangkitkan kesadaran umat serta menjaga tradisi keilmuan pesantren.


Latar Belakang dan Kelahiran

KH. Abdul Wahab Hasbullah lahir pada 31 Maret 1888 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Beliau berasal dari keluarga ulama terkemuka. Ayahnya, KH. Hasbullah Said, adalah pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas. Sejak kecil, KH. Wahab tumbuh dalam lingkungan pesantren yang membentuk akhlak, karakter, dan kecintaannya terhadap ilmu.


Perjalanan Menuntut Ilmu

Sejak usia dini, beliau belajar di berbagai pesantren besar di Jawa. Di antara pesantren yang pernah beliau tempuh adalah:

  • Pesantren Tambakberas Jombang

  • Pesantren Bangkalan Madura di bawah bimbingan Syaikhona Kholil

  • Pesantren Tebuireng Jombang

  • Beberapa pesantren di Kediri, Pasuruan, dan daerah lainnya

Mengembara ke Tanah Suci

KH. Abdul Wahab Hasbullah kemudian melanjutkan pendidikan ke Makkah al-Mukarramah. Di sana beliau berinteraksi dengan ulama-ulama besar dan memperluas wawasan dunia Islam. Pengalaman di Makkah memperkuat jaringan keulamaan dan menjadikannya sosok yang memiliki pandangan luas terhadap dinamika umat.

Kiprah dalam Organisasi dan Pergerakan

KH. Abdul Wahab Hasbullah dikenal memiliki kemampuan kuat dalam membangun jaringan dan menggerakkan masyarakat. Sebelum NU berdiri, beliau mendirikan beberapa organisasi yang menjadi cikal-bakal gerakan ulama dan santri, di antaranya:

1. Nahdlatul Wathan (1916)

Organisasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas santri dan masyarakat.

2. Taswirul Afkar (1918)

Forum diskusi intelektual yang mempertemukan para pemuda dan ulama untuk membahas isu agama dan kebangsaan.

3. Nahdlatut Tujjar (1918)

Organisasi saudagar Nusantara yang bertujuan memperkuat ekonomi umat.

Forum dan organisasi ini menjadi wadah strategis dalam menyatukan visi para ulama dan menyiapkan fondasi bagi berdirinya Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Peran dalam Berdirinya Nahdlatul Ulama

KH. Abdul Wahab Hasbullah memiliki peran sangat besar dalam proses pendirian NU. Beliau adalah tokoh yang paling aktif melakukan pendekatan terhadap para ulama serta merumuskan kebutuhan wadah keulamaan di Nusantara.

Pada 31 Januari 1926, bersama KH. Hasyim Asy’ari dan para ulama lainnya, NU resmi berdiri. KH. Wahab kemudian menjadi:

  • Anggota Syuriah,

  • Motor penggerak organisasi,

  • Penghubung antara pesantren tradisional dan dunia pergerakan modern.

Beliaulah yang menciptakan semboyan terkenal NU:

“Hubbul Wathan Minal Iman”

(Cinta tanah air sebagian dari iman)

Semboyan ini menjadi prinsip besar NU dalam menjaga nilai keagamaan dan kebangsaan.

Kiprah Kebangsaan

Sebagai tokoh nasional, KH. Wahab Hasbullah memiliki andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau:

  • Aktif dalam lobi-lobi politik menjelang kemerdekaan

  • Mendukung penuh perjuangan mempertahankan NKRI

  • Terlibat dalam penyebaran pengaruh resolusi jihad yang digaungkan oleh KH. Hasyim Asy’ari

Pandangan kebangsaan KH. Wahab bersifat moderat dan mengedepankan persatuan umat.

Pelopor Media dan Pendidikan

KH. Abdul Wahab Hasbullah sadar pentingnya media sebagai alat dakwah dan perjuangan. Beliau menggagas terbitnya majalah dan buletin yang memuat pandangan ulama serta informasi tentang kegiatan Nahdlatul Ulama.

Beliau juga ikut mengembangkan sistem pendidikan yang terstruktur di pesantren dan mendorong lahirnya lembaga pendidikan formal di lingkungan NU.

Akhir Hayat dan Warisan Perjuangan

KH. Abdul Wahab Hasbullah wafat pada 29 Desember 1971 di usia 83 tahun. Warisan perjuangan beliau tetap hidup melalui:

  • Organisasi Nahdlatul Ulama

  • Gerakan intelektual dan ekonomi umat

  • Pesantren Tambakberas yang terus berkembang

  • Semboyan “Hubbul Wathan Minal Iman” yang melekat dalam jiwa warga NU

Beliau dikenang sebagai ulama besar yang memiliki visi luas, pemikir kreatif, dan pejuang bangsa.

Penutup

Sebagai salah satu muassis Nahdlatul Ulama, KH. Abdul Wahab Hasbullah memberikan kontribusi besar dalam pembentukan identitas NU sebagai organisasi Islam yang mengedepankan tradisi keilmuan, nilai kebangsaan, dan pengabdian kepada umat. Semangat kebangsaan dan pemikiran beliau menjadi inspirasi bagi generasi penerus, khususnya warga nahdliyyin di seluruh Indonesia.

SebelumnyaMengenal KH. Hasyim Asy’ari, Muassis Jam’iyah Nahdlatul UlamaSelanjutnyaPELANTIKAN PENGURUS MWC NU TEGOWANU MASA KHIDMAT 2025–2030 BERLANGSUNG KHIDMAT, MERIAH, DAN PENUH SEMANGAT KEBANGKITAN
MWCNU TEGOWANU
Jl. Gatot Subroto (Semarang – Purwodadi) KM.24 Tegowanu Grobogan Jawa Tengah Kode Pos 58165
Luas Area1200 m2
Luas Bangunan800 m2
Status LokasiTegowanu
Tahun Berdiri2025