10 NOVEMBER 2025, KITA MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN
Hari Pahlawan adalah momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pejuang yang dengan gagah berani mempertaruhkan jiwa raga demi mempertahankan kemerdekaan dan harga diri bangsa. Peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya menjadi saksi bahwa kemerdekaan yang kita rasakan hari ini bukanlah hadiah dari penjajah. Ia lahir dari tetesan keringat, darah, dan air mata para pahlawan yang tidak sempat menikmati kemerdekaan sebagaimana kita menikmatinya sekarang.
Mereka mempertaruhkan segalanya harta, tenaga, bahkan nyawa demi mengusir penjajah. Karena itu, ketika hari ini kita dapat hidup dengan tenang dan merasakan nikmatnya kemerdekaan, ketahuilah bahwa semua itu adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan mereka.
Maka sangat tidak pantas bagi kita untuk mencemari perjuangan suci tersebut dengan melakukan perbuatan yang merusak, menipu, mengkhianati bangsa, atau enggan memberikan manfaat bagi desa, masyarakat, negara, dan agama kita.
Perlu disadari bahwa mempertahankan kemerdekaan amatlah berat, dan mengisi kemerdekaan tidak kalah sulitnya. Karena itu, hal pertama yang harus kita lakukan dalam memperingati Hari Pahlawan adalah bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan dan ketenteraman yang Allah karuniakan kepada kita.
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7)
Kemerdekaan dan keamanan adalah nikmat besar yang harus kita syukuri dan jaga. Karena nikmat keamanan adalah karunia terbesar setelah nikmat iman.
أَعْظَمُ النِّعَمِ بَعْدَ الإِيْمَانِ نِعْمَةُ الأَمْنِ
“Nikmat terbesar setelah iman kepada Allah adalah nikmat keamanan.”
Bagaimana cara kita bersyukur atas jasa para pahlawan?
1. Mengisi Kemerdekaan dengan Ketakwaan
Mari kita isi kemerdekaan dengan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan keamanan yang kita miliki hari ini, kita dapat beribadah dengan damai, belajar dengan tenang, dan menjalankan syariat Islam tanpa rasa takut. Banyak saudara kita di negara lain tidak diberi kenikmatan seperti ini.
Karena itu, bentuk syukur terbesar adalah meningkatkan ibadah dan memperbaiki akhlak.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS Al-Hujurat: 13)
2. Meneladani Semangat Kepahlawanan dengan Menjaga Persatuan
Para pahlawan telah mengajarkan kita arti keberanian, cinta tanah air, dan persatuan.
Cinta tanah air dapat diwujudkan dengan menjaga:
- Ukhuwah Wathaniyyah (persaudaraan sebangsa)
- Ukhuwah Basyariyyah (persaudaraan sesama manusia)
- Ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan seiman)
Wujud nyatanya adalah ikut menjaga kerukunan, menjauhkan diri dari permusuhan, serta meninggalkan segala perilaku yang merusak persatuan, seperti fitnah, ujaran kebencian, perpecahan, dan kekerasan.
Kita juga dapat meneladani pahlawan dengan semangat gotong royong, cinta damai, dan menghormati perbedaan.
Meskipun hadis ini kedudukannya diperselisihkan, namun maknanya baik dan sejalan dengan semangat mencintai tanah air:
حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الإِيْمَانِ
“Cinta tanah air adalah bagian dari iman.”
3. Mengisi Kemerdekaan dengan Amal dan Kerja Nyata
Semangat pahlawan bukan hanya dikenang, tetapi ditiru dan diwujudkan dalam kehidupan nyata. Setiap orang memiliki peran perjuangan sesuai posisinya:
- Jika engkau pemimpin, jadilah pemimpin yang amanah.
- Jika engkau rakyat, jadilah rakyat yang taat dan berkontribusi.
- Jika engkau guru, didiklah generasi dengan ilmu dan akhlak.
- Jika engkau ulama, jadilah penerang umat.
- Jika engkau pelajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Inilah cara kita melanjutkan perjuangan para pahlawan. Perjuangan hari ini tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi dengan ilmu, akhlak, kerja keras, dan kontribusi nyata bagi negeri.
Semoga dengan kesungguhan ini, desa, kota, dan negeri kita menjadi:
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
“Negeri yang baik serta diampuni oleh Allah SWT.”
